BAB II
PEMBAHASAN
A.
Filsafat
Ilmu
Berfilsafat berarti berpikir secara radikal, atau merenung secara
mendalam terhadap sesuatu secara metodik.[1]
Dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu yuaitu berpikir secara mendalam tentang
hakikat ilmu. Filsafat ilmu dilihat dari struktur katanya, terdiri dari kata
filsafat dan ilmu. Memahami dua kata tersebut akan membantu kita untuk
mengetahui filsafat ilmu. Kedua kata tersebut selanjudnya dapat di jelaskan
sebagai berikut.
Filsafat ilmu adalah “bagian dari filsafat yang menjawab beberapa
pertanyan mengenai hakikat ilmu”.[2]
Filsafat ilmu
adalah cabang pengetahuan filsafati yang
menelaah secara sistematis mengenai sifat dasar, metode-metode, konsep-konsep
dan peranggapan ilmu pengetahuan serta
letaknya dalam kerangka umum dari cabang
pengetahuan intelektual.[3]
filsafat ilmu
adalah cabang filsafat dan bagian dari Epistemologi yang mengkaji ilmu
pengetahuan dari segi ciri-ciri dan cara-cara memperolehnya. Dilihat dari objek
kajiannya, objek kajian filsafat ilmu adalah
semesta atau semua yang ada di sekitar manusia dalam arti seluas-luasnya.[4]
Dalam kajian filsafat ilmu, istilah ilmu di konsepkan secara
berbeda dengan istilah pengetahuan. Hal ini sangat bertentangan dengan
terminologi yang bisa digunakan sehari-hari yang sering kali mengindentikan ilmu dan pengetahuan atau mengkombinasikannya
dalam istilah populer ilmu pengetahuan.[5]
Penelusuran logis filosofis terhadap istilah ilmu dan pengetahuan
menunjukan bahwa kedua istilah ini mengandung muatan makna yang berbeda.
Sementara itu pengertian ilmu lebih kompleks dibandingakan dengan pengetahuan,
karena ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang mempunyai karakteristik dan
persyaratan-persyaratan kusus, antara lain harus sistematik, rasional, empiris,
umum dan komulatif, Endang saefuddin Ansari mengutip ralp ross dalam bukunya
mengemukakakan ilmu ialah yang empiris, yang rasional, yang umum dan bersifat
komulatif dan keempat-empatnya serentak. Kemudian Endang saefuddin Ansari
mengemukakakan ilmu yaitu sebagai lukisan dan keterangan yang lengkap yang
konsisten mengenai hal-hal yang menjadi objek studi, dalam suatu ruang dan
waktu tertentu sejauh berada dalam jangkauan pemikiran dan pengindraan manusia.[6]
Secara lebih teknis, filsafat ilmu dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu
alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial. Pembagian ini harus dipahami lebih
pembatasan masing-masing bidang yang telah ditelaah. Misalnya, filsafat ilmu
alam hanyafokus pada alam dan caranya dalam memperoleh pengetahuan ilmiyah.
Sementara filsafat ilmu sosial fokus pada manusia yang dianggap sebagai
pencipta, penemu, dan pemilik pengetahuan.[7]
B.
Filsafat
pengetahuan
Filsafat pengetahuan dilihat dari struktur katanya, terdiri dari
kata filsafat dan pengetahuan. Memahami dua kata tersebut akan membantu kita
untuk mengetahui filsafat pengetahuan. Kedua kata tersebut selanjudnya dapat di
jelaskan sebagai berikut.
Filsafat pengetahuan
adalah “salah satu cabang ilmu filsafat yang menyoroti dari sudut sebab
pertama, gejala pengetahuan dan kesadaran manusia bahwa pengetahuan itu benar dan terpercaya, hingga perlu teori pengetahuan, teori kebenaran dan teori kepastian”.[8]
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pengetahuan diartikan sebagai
“segala sesuatu yang diketahui/kepandaian, ataupun segala sesuatuyang diketahui
berkenaan dengan hal (mata pelajaran) di sekolah”.[9]
Endang saefuddin Ansari, misalnya, mengartikan
pengetahuan hanya sebatas pengetahuan tentang hal-hal yang berlaku
umum, serta bersifat tetap dan pasti, terutama dipergunakan untuk keperluan
sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan merupakan istilah yang memiliki
pengetian yang universal.[10]
Menurut Martini yang di kutip oleh jalaluddin berpendapat bahwa “pengetahuan
diperoleh oleh hasrat ingin tahu, semakin kuat hasrat ingin tahu manusia akan
semakin banyak pengetahuannya”.[11]
Menurut Prof. Koentjaraningrat yaitu:
tiap suku dan bansa di dunia biasanya mempunyai pengetahuan tentang
alam sekitarnya flora dan fauna, bahan mentah, dan benda-benda dilingkunganya.
Selain itu pengetahuan tentang manusia mencangcup tubuh manusia, sifat, dan
tingkah laku. Di luar itu termasuk pengetahuan ruang dan waktu. Dalam
antropologi budaya, semuanya itu termasuk dalam sistem pengetahuan.[12]
C.
Ilmu
Filsafat
Ilmu filsafat adalah ilmu
yang mengandalkan logika dalam berpikir. Hal ini menyebabkan filsafat menjadi
ilmu tentang kebenaran tetapi masih ada keraguan di dalamnya.[13]
Ilmu filsafat adalah ilmu tentang dasar-dasar filsafat yang mencakup
sistematika filsafat yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi, objek-objek
filsafat, sejarah filsafat dan metode-metode filsafat.[14]
D.
Perbedaan
Filsafat Ilmu, Filsafat Pengetahuan dan Ilmu Filsafat
Perbedaan filsafat ilmu, filsafat pengetahuan dan ilmu filsafat dapat
dilihat dari definisinya.
Filsafat ilmu yaitu salah satu cabang ilmu filsafat yang menelaah
secara sistematis mengenai sifat dasar, metode-metode, konsep-konsep dan
peranggapan ilmu pengetahuan serta letaknya
dalam kerangka umum dari cabang
pengetahuan intelektual.[15]
Kalau filsafat pengetahuan yaitu salah satu cabang ilmu filsafat yang
menyoroti dari sudut sebab pertama, gejala pengetahuan dan kesadaran manusia
bahwa pengetahuan itu benar, terpercaya”.[16]
Sedangkan ilmu filsafat yaitu ilmu tentang dasar-dasar filsafat yang
mencakup sistematika filsafat yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi,
objek-objek filsafat, sejarah filsafat dan metode-metode filsafat.[17]
[1] Muhaimin. Filsafat
Pendidikan Ilmu. (Cet-1, Yokyakarta: Mitra Pustaka, 2011). 1.
[2] Vardiansyah
Dani. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Indeks, Jakarta 2008.
8. Wikipedia.
[3]Ilyas supena. Filsafat
Ilmu Dakwah, (Cet.1; Yokyakarta: Ombak, 2013), 8.
[4]Amsal Bakhtiar,
Filsafat Ilmu, (Cet-1, Jakarta ; Rajawali Pers, 2014), 12
[5] Ilyas supena. Filsafat
Ilmu Dakwah. 4.
[6] Ilyas supena. Filsafat
Ilmu Dakwah. 4-5.
[7] Biyanto. Filsafat
Ilmu dan Ilmu Keislaman,(Cet-1, Yokyakarta: Pustaka Pelajar 2015). 42.
[8] Amsal
Bakhtiar, Filsafat Ilmu, Jakarta ; Rajawali Pers, 2014. 4
[9] Jalaluddin. Filsafat
Ilmu Pengetahuan, (Cet.2 Jakarta: Rajagranfindo Persada, 2014), 83
[10] Ilyas supena. Filsafat
Ilmu Dakwah. 4.
[11] Jalaluddin. Filsafat
Ilmu Pengetahuan. 83.
[12] Jalaluddin. Filsafat
Ilmu Pengetahuan. 86
[13]Achmad Yusron
Arif. Ilmu Filsafat dan Peranannya dalam Kehidupan,24 Juni 2018 https://rocketmanajemen.com. (13 November
2018)
[14] Amsal
Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 12.
[15]Ilyas supena. Filsafat
Ilmu Dakwah. 8.
[16] Amsal
Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 4.
[17] Amsal
Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 12.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar