Jumat, 05 Juli 2019


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Filsafat Ilmu
Berfilsafat berarti berpikir secara radikal, atau merenung secara mendalam terhadap sesuatu secara metodik.[1] Dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu yuaitu berpikir secara mendalam tentang hakikat ilmu. Filsafat ilmu dilihat dari struktur katanya, terdiri dari kata filsafat dan ilmu. Memahami dua kata tersebut akan membantu kita untuk mengetahui filsafat ilmu. Kedua kata tersebut selanjudnya dapat di jelaskan sebagai berikut.
Filsafat ilmu adalah “bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyan mengenai hakikat ilmu”.[2]
Filsafat ilmu adalah  cabang pengetahuan filsafati yang menelaah secara sistematis mengenai sifat dasar, metode-metode, konsep-konsep dan peranggapan  ilmu pengetahuan serta letaknya dalam  kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual.[3]

filsafat ilmu adalah cabang filsafat dan bagian dari Epistemologi yang mengkaji ilmu pengetahuan dari segi ciri-ciri dan cara-cara memperolehnya. Dilihat dari objek kajiannya, objek kajian  filsafat ilmu adalah semesta atau semua yang ada di sekitar manusia dalam arti seluas-luasnya.[4]

Dalam kajian filsafat ilmu, istilah ilmu di konsepkan secara berbeda dengan istilah pengetahuan. Hal ini sangat bertentangan dengan terminologi yang bisa digunakan sehari-hari yang sering kali mengindentikan  ilmu dan pengetahuan atau mengkombinasikannya dalam istilah populer ilmu pengetahuan.[5]
Penelusuran logis filosofis terhadap istilah ilmu dan pengetahuan menunjukan bahwa kedua istilah ini mengandung muatan makna yang berbeda. Sementara itu pengertian ilmu lebih kompleks dibandingakan dengan pengetahuan, karena ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang mempunyai karakteristik dan persyaratan-persyaratan kusus, antara lain harus sistematik, rasional, empiris, umum dan komulatif, Endang saefuddin Ansari mengutip ralp ross dalam bukunya mengemukakakan ilmu ialah yang empiris, yang rasional, yang umum dan bersifat komulatif dan keempat-empatnya serentak. Kemudian Endang saefuddin Ansari mengemukakakan ilmu yaitu sebagai lukisan dan keterangan yang lengkap yang konsisten mengenai hal-hal yang menjadi objek studi, dalam suatu ruang dan waktu tertentu sejauh berada dalam jangkauan pemikiran dan pengindraan manusia.[6]
Secara lebih teknis, filsafat ilmu dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial. Pembagian ini harus dipahami lebih pembatasan masing-masing bidang yang telah ditelaah. Misalnya, filsafat ilmu alam hanyafokus pada alam dan caranya dalam memperoleh pengetahuan ilmiyah. Sementara filsafat ilmu sosial fokus pada manusia yang dianggap sebagai pencipta, penemu, dan pemilik pengetahuan.[7]

B.  Filsafat pengetahuan
Filsafat pengetahuan dilihat dari struktur katanya, terdiri dari kata filsafat dan pengetahuan. Memahami dua kata tersebut akan membantu kita untuk mengetahui filsafat pengetahuan. Kedua kata tersebut selanjudnya dapat di jelaskan sebagai berikut.
Filsafat pengetahuan adalah “salah satu cabang ilmu filsafat yang menyoroti dari sudut sebab pertama, gejala pengetahuan dan kesadaran manusia bahwa pengetahuan  itu benar dan terpercaya, hingga perlu teori pengetahuan, teori kebenaran dan teori kepastian”.[8]
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pengetahuan diartikan sebagai “segala sesuatu yang diketahui/kepandaian, ataupun segala sesuatuyang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran) di sekolah”.[9]
Endang saefuddin Ansari, misalnya, mengartikan
pengetahuan hanya sebatas pengetahuan tentang hal-hal yang berlaku umum, serta bersifat tetap dan pasti, terutama dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan merupakan istilah yang memiliki pengetian yang universal.[10]

Menurut Martini yang di kutip oleh jalaluddin berpendapat bahwa “pengetahuan diperoleh oleh hasrat ingin tahu, semakin kuat hasrat ingin tahu manusia akan semakin banyak pengetahuannya”.[11]
Menurut Prof. Koentjaraningrat yaitu:

tiap suku dan bansa di dunia biasanya mempunyai pengetahuan tentang alam sekitarnya flora dan fauna, bahan mentah, dan benda-benda dilingkunganya. Selain itu pengetahuan tentang manusia mencangcup tubuh manusia, sifat, dan tingkah laku. Di luar itu termasuk pengetahuan ruang dan waktu. Dalam antropologi budaya, semuanya itu termasuk dalam sistem pengetahuan.[12]

C.  Ilmu Filsafat
Ilmu filsafat adalah  ilmu yang mengandalkan logika dalam berpikir. Hal ini menyebabkan filsafat menjadi ilmu tentang kebenaran tetapi masih ada keraguan di dalamnya.[13]
Ilmu filsafat adalah ilmu tentang dasar-dasar filsafat yang mencakup sistematika filsafat yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi, objek-objek filsafat, sejarah filsafat dan metode-metode filsafat.[14]
D.  Perbedaan Filsafat Ilmu, Filsafat Pengetahuan dan Ilmu Filsafat
Perbedaan filsafat ilmu, filsafat pengetahuan dan ilmu filsafat dapat dilihat dari definisinya.
 Filsafat ilmu yaitu  salah satu cabang ilmu filsafat yang menelaah secara sistematis mengenai sifat dasar, metode-metode, konsep-konsep dan peranggapan  ilmu pengetahuan serta letaknya dalam  kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual.[15] Kalau  filsafat pengetahuan yaitu salah satu cabang ilmu filsafat yang menyoroti dari sudut sebab pertama, gejala pengetahuan dan kesadaran manusia bahwa pengetahuan itu benar, terpercaya”.[16] Sedangkan ilmu filsafat yaitu ilmu tentang dasar-dasar filsafat yang mencakup sistematika filsafat yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi, objek-objek filsafat, sejarah filsafat dan metode-metode filsafat.[17]





[1] Muhaimin. Filsafat Pendidikan Ilmu. (Cet-1, Yokyakarta: Mitra Pustaka, 2011). 1.
[2] Vardiansyah Dani. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Indeks, Jakarta 2008. 8. Wikipedia.
[3]Ilyas supena. Filsafat Ilmu Dakwah, (Cet.1; Yokyakarta: Ombak, 2013), 8.
[4]Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu, (Cet-1, Jakarta ; Rajawali Pers, 2014), 12
[5] Ilyas supena. Filsafat Ilmu Dakwah. 4.
[6] Ilyas supena. Filsafat Ilmu Dakwah. 4-5.
[7] Biyanto. Filsafat Ilmu dan Ilmu Keislaman,(Cet-1, Yokyakarta: Pustaka Pelajar 2015). 42.
[8] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu, Jakarta ; Rajawali Pers, 2014. 4

[9] Jalaluddin. Filsafat Ilmu Pengetahuan, (Cet.2 Jakarta: Rajagranfindo Persada, 2014), 83
[10] Ilyas supena. Filsafat Ilmu Dakwah. 4.
[11] Jalaluddin. Filsafat Ilmu Pengetahuan. 83.
[12] Jalaluddin. Filsafat Ilmu Pengetahuan. 86
[13]Achmad Yusron Arif. Ilmu Filsafat dan Peranannya dalam Kehidupan,24 Juni 2018 https://rocketmanajemen.com. (13 November 2018)
[14] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 12.
[15]Ilyas supena. Filsafat Ilmu Dakwah. 8.
[16] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 4.
[17] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu. 12.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar